BULUKUMBA – Dugaan praktik “main mata” antara pihak manajemen SPBU Ujung Loe dengan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) kini tengah menjadi sorotan tajam. Tim Investigasi Laskar Panrita secara terbuka meminta Unit Tipidter Polres Bulukumba untuk segera bertindak tegas guna menghentikan aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat luas tersebut.(22/02/2026)
Penyalahgunaan BBM Subsidi yang Terang-terangan
Nugie, perwakilan Tim Investigasi Laskar Panrita, mengungkapkan bahwa praktik pengambilan BBM jenis Solar bersubsidi dalam skala besar di SPBU Ujung Loe terjadi hampir setiap hari. Menurutnya, klaim bahwa BBM tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani atau nelayan hanyalah dalih untuk menutupi praktik menyimpang.
“Sangat jelas telah terjadi pengambilan Solar subsidi dalam jumlah yang sangat banyak di SPBU Ujung Loe. Ini sudah menepis isu kepentingan petani maupun nelayan. Konyolnya, fenomena ini terjadi hampir setiap hari secara terang-terangan,” ungkap Nugie.
Mafia Pertalite dan Dugaan Penimbunan di BTN Tiara Residence
Selain Solar, Nugie juga menyoroti maraknya mafia BBM jenis Pertalite yang menyebabkan masyarakat umum kesulitan mendapatkan BBM subsidi. Ia bahkan mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum yang terkesan enggan menyentuh para pelaku tersebut.
Lebih lanjut, Nugie membeberkan bahwa sempat ada oknum mafia Pertalite yang digerebek, namun hingga kini tidak menunjukkan adanya efek jera. Pelaku diduga masih aktif melakukan aksi “melansir” Pertalite dan melakukan penimbunan di kawasan BTN Tiara Residence.
“Betapa hebatnya para mafia ini sehingga kepolisian seolah tidak berani menyentuh. Meski sempat digerebek, mereka masih tetap melansir dan menimbun BBM di BTN Tiara Residence,” tambahnya.
Ultimatum 2×24 Jam: Polisi Harus Bertindak
Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, Nugie secara tegas memberikan peringatan keras kepada pihak berwajib untuk segera melakukan penertiban di lapangan.
“Dengan sikap tegas, lewat media ini saya meminta kepolisian bertindak dalam waktu paling lama 2×24 jam. Jika tidak diindahkan, maka kami dari Laskar Panrita akan segera melakukan aksi demonstrasi,” pungkas Nugie.
Hingga berita ini dimuat, pihak pengelola SPBU Ujung Loe belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan dan desakan yang dilayangkan oleh tim investigasi tersebut.
















