BULUKUMBA – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba menuai sorotan tajam. Lembaga Laskar Panrita secara terbuka meminta Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Bulukumba untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur-dapur mitra penyedia mbg yang diduga melakukan praktik curang.
Soroti Kualitas Gizi dan Berat Porsi
Aktivis Laskar Panrita, Nugie, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Menurutnya, terdapat indikasi kuat adanya pengurangan porsi (timbangan) serta kualitas gizi yang tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
“Kami meragukan kandungan gizinya, begitu juga dengan berat porsinya. Kami meminta dengan tegas agar Korwil segera memeriksa para mitra sebelum kami sendiri yang turun ke lapangan dan menemukan bukti-bukti tersebut,” ujar Nugie dalam keterangannya.
Dapur Tak Berizin dan Monopoli Belanja
Selain masalah kualitas makanan, Laskar Panrita juga menyoroti dua poin krusial terkait administrasi dan transparansi anggaran:
Dapur Tanpa Dokumen: Korwil diminta segera menutup dapur mitra yang tidak memiliki dokumen resmi atau izin lengkap untuk mendirikan dapur produksi.
Dugaan Monopoli Belanja: Ditemukan indikasi bahwa beberapa pengelola MBG hanya berbelanja di satu toko tertentu. Hal ini dinilai menutup ruang bagi UMKM lokal lainnya dan menimbulkan kecurigaan adanya kesepakatan bawah tangan.
Peringatan Keras untuk Korwil
Laskar Panrita memperingatkan Korwil BGN Bulukumba agar tidak pasif dalam menyikapi persoalan ini. Nugie menegaskan bahwa integritas Korwil sedang dipertaruhkan dalam mengawal program nasional ini.
“Jika Korwil BGN Bulukumba tidak segera melaksanakan langkah-langkah penertiban ini, jangan salahkan publik jika muncul dugaan bahwa pihak Korwil sedang ‘main mata’ dengan para pemilik dapur nakal,” tegas Nugie.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Korwil BGN Bulukumba belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang dilayangkan oleh Laskar Panrita tersebut.
















