Temuan Menu “Miris” di Lapangan

Kekecewaan mendalam disampaikan oleh Ahmad Sulfajri, Pengurus KIPRA sekaligus Satgas Ketahanan Pangan. Dalam pantauannya, ia menemukan bahwa paket MBG yang disalurkan oleh dapur penyedia sangat memprihatinkan dan tidak memenuhi unsur gizi yang layak.

“Dapur masih menyalurkan MBG di bulan Ramadhan, tapi parahnya kualitasnya sangat rendah. Ada paket yang hanya berisi roti seharga Rp1.000-an, salak 2 biji, telur satu biji, dan kacang. Bahkan ditemukan juga paket berisi lengkeng 3 biji dan susu kemasan kecil. Ini sudah tidak masuk akal,” tegas Ahmad Sulfajri kepada media, Senin (23/2).

banner 325x300

Tudingan Korupsi dan Desakan Mundur Korwil Bulukumba

Ahmad Sulfajri secara lantang menyebut kondisi ini sebagai indikasi kuat adanya praktik korupsi besar-besaran dan berjamaah. Ia mengarahkan kritik tajam kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Bulukumba yang dianggap gagal total dalam mengawasi jalannya program strategis nasional ini.

“Korwil Bulukumba dianggap tidak mampu bekerja. Kami minta segera bertindak atau lebih baik mundur dari jabatannya sekarang juga! Siapapun saya hadapi jika mau berdiskusi masalah ini,” ujar Ahmad dengan nada menantang.

Ancaman Konsolidasi dan Aksi Massa

Sebagai pengurus Satgas Ketahanan Pangan KIPRA, Ahmad menegaskan tidak akan tinggal diam melihat hak masyarakat Bulukumba dikebiri oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi dalam proyek MBG.

“Segera kami melakukan konsolidasi dan aksi besar-besaran. Kami memanggil semua pihak, terutama yang belum terlibat dalam proyek MBG ini, untuk bersatu. Kami akan menuntut transparansi dan keadilan,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis, pihak Korwil Bulukumba maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai rendahnya kualitas menu yang dibagikan tersebut.