BULUKUMBA – Ada pemandangan menarik di tengah kemeriahan peresmian gerai ayam goreng modern, Hisana Chicken, di Cabang Tanete, Bulukumpa.(05/02/2026)
Meski hadir dengan berbagai promo pembukaan yang menggiurkan, para karyawannya justru terlihat antusias memborong kuliner lokal, yakni nasi kuning masakan kampung.
Fenomena unik ini viral setelah akun Facebook bernama Irmayani Yasin mengunggah dua foto yang memperlihatkan para karyawan masih mengenakan seragam resmi Hisana, namun tangan mereka menenteng bungkusan nasi kuning dalam jumlah banyak.
“Hisana hari ini opening Masya Allah, tapi tetap borong nasi kuning Mama All,” tulis Irmayani dalam unggahannya yang mendapat beragam tanggapan dari netizen.
Sentimen Ekonomi Lokal
Kejadian ini menarik perhatian tokoh pemuda Bulukumpa, Ahmad Sulfajri. Menurutnya, pilihan para karyawan tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa cita rasa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, meski digempur oleh brand modern.
Ahmad menilai hal ini sebagai sinyal positif bagi penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Tanete. Ada beberapa poin penting yang ia soroti:
Kepercayaan pada Produk Lokal: Makanan kampung dianggap lebih memiliki ikatan emosional dan kepercayaan rasa dibandingkan brand besar dari luar.
Perputaran Uang: Membeli di warung tetangga memastikan uang tetap berputar di lingkup lokal Tanete.
Kritik Terhadap Warung Modern: Ahmad mengingatkan bahwa kehadiran warung modern sering kali hanya “meraup untung” dari warga lokal namun membawa modalnya keluar daerah.
“Ini hal yang luar biasa. Masyarakat harus melihat bahwa membantu UMKM tetangga sendiri jauh lebih berdampak bagi perputaran ekonomi kita di Tanete, dibanding terus-menerus mengonsumsi brand luar yang keuntungannya dibawa pergi,” ujar Ahmad Sulfajri.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus memicu diskusi hangat di media sosial mengenai pentingnya mendukung pedagang kecil di tengah menjamurnya gerai waralaba modern.












