Bulukumba – Seorang karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), AR (22), terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Daeng Radja setelah menjadi korban bersinggungan saat menjalankan tugas lapangan. Peristiwa tragis ini memicu reaksi keras dari aktivisme yang menyoroti adanya dugaan tekanan kerja berlebih dari pihak manajemen perusahaan.(07/01/2026)
Kronologi Kejadian Kejadian bermula saat AR melakukan kunjungan lapangan di Desa Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, pada tanggal 06 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 Wita. Namun nahas, kunjungan tersebut berakhir pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak salah satu nasabah. Akibat serangan tersebut, AR mengalami luka serius di bagian muka dan beberapa bagian tubuh lainnya, sehingga harus mendapatkan penanganan medis darurat.
Sorotan Terhadap Manajemen PNM Menanganggapi peristiwa ini, Rehan, seorang aktivis dari KMPI, angkat bicara. Ia menilai bahwa kekerasan ini bukan sekedar kriminalitas biasa, melainkan dampak dari tekanan kerja yang tidak manusiawi dari pimpinan PNM terhadap karyawan lapangan.
Namun lebih dari itu, kami meminta pimpinan PNM segera diperiksa di Tipidter. Tekanan pimpinan yang kelewatan disinyalir membuat karyawan terpaksa menghadapi situasi berbahaya di lapangan,” tegas Rehan.
Tuntutan Aksi Nyata KMPI mendesak pihak Polres Bulukumba bersama Dinas UMKM, Koperasi, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja untuk segera mengaudit dan memeriksa pimpinan PNM Bulukumba. Hal ini bertujuan untuk memulai prosedur kerja dan perlindungan karyawan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Meski berita ini diturunkan, pihak korban masih dalam proses pemulihan, sementara pihak kepolisian diharapkan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelakunya.
















