Anggaran Rp15 Ribu Tapi Menu ‘Minimalis’? Penanggung Jawab Mitra di Bulukumba Angkat Bicara

banner 120x600
banner 468x60

BULUKUMBA — Pasca libur awal Ramadhan, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali bergulir pada Senin (23/2/2026). Namun alih-alih disambut hangat, distribusi kali ini justru memicu riak protes dari warga.

Pemicunya? Menu berisi telur, roti, kacang-kacangan, dan buah rambutan dianggap “kurang greget” jika disandingkan dengan label anggaran Rp15.000 per porsi.

banner 325x300

Bedah Anggaran: Mengapa Tak Semua Jadi Makanan?

Menanganggap kritik tersebut, Penanggung Jawab Mitra MBG Bulukumba, Ilham Ashari, buka suara. Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa angka Rp15.000 tidak murni “masuk ke piring” siswa.

“Ada struktur biaya di balik satu porsi makanan tersebut. Dana itu untuk memastikan program ini berjalan secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Ilham.
Berikut adalah rincian “potongan” dari anggaran Rp15.000 tersebut:
Rp10.000: Batas maksimal untuk bahan baku makanan.

Baca Juga  Laskar Panrita Desak Dishub dan Satlantas Bulukumba Razia ‘Travel Siluman’ dan Angkot Plat Hitam

Rp3.000: Biaya operasional (honor relawan, listrik, internet, gas, hingga transportasi).
Rp2.000: Alokasi mitra SPPG untuk investasi alat masak dan sewa dapur.
Ilham juga menekankan sistem transparansi anggaran ini. Jika belanja bahan baku hanya menghabiskan Rp8.000, maka sisa Rp2.000 wajib kembali ke kas negara, bukan masuk ke kantong pribadi.

Menu Ramadhan: Tahan Lama & Ramah Perut
Terkait pilihan menu yang diprotes, Ilham berkilah bahwa selama Ramadhan, standar keamanan pangan menjadi prioritas utama. Makanan harus dipastikan tidak mudah basa, tidak pedas, dan aman bagi berbagai kelompok usia.

“Produk yang diumumkan harus siap santap dan memiliki daya tahan yang baik sesuai petunjuk teknis,” tambahnya.

Baca Juga  Pertama di Bulukumba, Gardu PLB Gelar Turnamen Domino Online

Skema Porsi: Beda Usia, Beda Harga
Senada dengan Ilham, Koordinator BGN Bulukumba, Wahyu, menyampaikan miskonsepsi yang beredar di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa porsi bahan baku pun dibagi menjadi dua kategori:

Kelompok Penerima
Jatah Bahan Baku (Maksimal)
Porsi Kecil (Balita, TK, SD Kelas 1–3)
Rp8.000
Porsi Besar (SD Kelas 4–6, SMP, SMA, Bumil/Busui)
Rp10.000

Wahyu mengisyaratkan bahwa anggaran operasional sangat krusial agar fasilitas dapur dan tenaga kerja tetap berjalan. “Anggapan bahwa seluruh Rp15 ribu murni untuk makanan adalah keliru. Semua sudah diatur ketentuannya di virtual account,” tutupnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *